AKIBAT TIDAK BERANI MENGAMBIL KURSI MILIKNYA SENDIRI

Cerita pengalaman dikit kejadian di bioskop dua hari yang lalu. Bacalah dengan khusu' walaupun kata-katanya belepotan (maap)

Tadi siang gw berencana untuk nonton film @garagarawarisan di @cinema.21 transmart Tasikmalaya, karena waktu tayang yang menurut gw cocok ada di jam 15.50, yaudah gw beli di jam tersebut. Di jam 15.00 gw siap-siap, solat asar, trus berangkat ke TKP.

Sampe di bioskop tidak tepat waktu. Masih ada 15 menit sebelum teater dibuka. Jadi gw nunggu dulu sambil upload igstory DSMOM X KKN sama main game lichess yg 10 menit. Tepat pukul 15.45 teater sudah dibuka. Saat itu gw bingung kenapa teater udah dibuka padahal belum 15.50. Karena game gw belum berakhir dan lagi PW, jadi gw ga langsung masuk teater. Gw main game di luar teater yg deket banget sama teater gw, jadi gw rada mantau ke antrean teater tersebut.

Awalnya mbak² teater penyobek tiket penonton ada di lokasi dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Antrean penonton juga terlihat dari panjang hingga antreannya habis.

Setelah game gw beres, gw ngprint tiket lalu menuju teater. Mbak² penyobek tiket ternyata ga ada di tempat. Gw berpikiran mungkin mbaknya ada urusan/buang hajat atau lainnya. Karena penonton yg lain langsung masuk tanpa melakukan proses penyobekan tiket, yaudah gw juga ikut masuk tanpa proses nyobekin tiket juga. Kayaknya orang setelah gw juga mengikuti hal yg sama.

Di dalem teater, ketika awal duduk, gw kaget karena melihat dua kursi di sebelah gw yg harusnya dikosongkan karena new normal malah ada yg ngisi sama cowok. Gw ga negur karena ngapain juga kan, ga kenal dan jarak kursinya juga dua. Oiya, kursi sebelah gw yang seharusnya bisa ditempatin malah gaada yg nempatin. "Apa dia beli tiket di sebelah gw tapi nempatin di kursi new normal ya?" pikir gw.

Film pun berjalan, awalnya semua baik² saja. Penonton yg telat juga masih ada yg masuk. ± sekitar 10 menit setelah film berjalan, gw melihat mbak² bioskop (yang gw prediksi mbak² penyobek tiket) duduk di kursi teater paling depan dan paling ujung deket pintu masuk. "mbak² bioskop dibebasin nonton film apa ya? Atau dia beli tiket juga?" khayalan gw.

± sekitar 20 menit setelah film berjalan, ada penonton telat yg berjalan menuju barisan gw, ternyata tempat duduk dia di sebrang gw. Dia berkomunikasi dengan seseorang di sebrang sana yg entah dengan siapa dan entah membicarakan apa karena percakapan mereka hanya samar² terdengarnya.

Tidak berlangsung lama, ternyata ada cewe² dari tempat sembrang yang berdiri lalu meninggalkan tempat duduk, setelah itu si penonton telat pun duduk. "oh permasalahan tempat duduk" simpul gw.

Cewe² tergusur ini pun mendatangi tempat duduk gw. Gw berpikir "apa gw salah duduk ya? Apa sistem tix.id nya eror ya?". Ternyata tidak. Cewe² tergusur ini mendatangi cowok yg duduk di kursi new normal. Cewe ini mengatakan bahwa kursi tersebut harusnya kursi dia. Disini gw bingung karena dua hal. 1) kok kursi new normal bisa dibeli? 2) kok cewe yg tergusur punya tiket? Kirain gw dia penonton gelap yg gapunya tiket dan seenaknya duduk di tempat yg kosong. Soalnya kan kalo punya tiket kenapa ga duduk di kursi miliknya aja dari awal? Menurut gw gitu.

Untuk pertanyaan no 1 mungkin ga terlalu membuat gw terkejut, karena gw pernah mengalaminya ketika di film Doctor strange multiverse of maddness, dan juga bisa aja peraturan kursi new normal tidak berlaku ketika penonton ramai tapi film sudah kehabisan. Tapi untuk pertanyaan no 2 sungguh membingungkan. Kalo dari awal dia punya tiket, kenapa ga langsung duduk aja di kursi miliknya sesuai tiket?

Setelah percakapan cewe tergusur dengan cowok new normal berakhir dengan si cowok new normal geser ke tempat yang lebih ujung dan si cewek tergusur duduk di tempatnya, si mbak² penyobek tiket yg duduk di kursi paling depan berjalan menuju baris tempat duduk gw. Sepertinya dia mau ikut campur sama permasalahan orang lain, atau mungkin dia mau menebus kesalahannya karena meninggalkan tugas menyobekan tiket.

Mbak² penyobek tiket langsung to the point menanyakan tiket kepada cewe² tergusur dan cowok new normal. Cewe² tergusur ternyata tetap duduk di sebelah saya yg artinya kursi dia benar di situ. Ketika mbak² menanyakan tiket ke cowok new normal, si cowok menganggap permasalahan tempat duduk dengan si cewek tergusur sudah selesai, jadi dia gaperlu menunjukkan tiketnya. Tapi si mbak² bioskop keukeuh meminta tiketnya dan berkata "nanti kursi ini akan ada yg nempatin". Cowok new normal pun memperlihatkan tiketnya yg mana kursi miliknya pun sudah diduduki oleh orang lain. Mbak² penyobek tiket pun menemani cowok new normal untuk mendapatkan kursi tersebut.

Kelanjutannya sangat mengejutkan. Proses pengecekan tiket berlangsung cukup lama. Bukan di satu orang tapi merambat ke satu orang yg lain, lalu ke satu orang yg lain, lalu ke orang yg lain lagi. "Ini mah semua orang punya akar permasalahan yg sama. Sama sama ga berani ngambil kursi yang udah jelas miliknya sendiri"

Proses nonton gw pun kurang khusu' karena terkejut dan penasaran untuk terus memperhatikan proses pengecekan tiket dan pengambil-alihan kursi sampai akhir. Proses ini berakhir sampai kursi baris ke dua dari bawah, yang mana adalah cewek duduk di kursi baris ke dua berakhir dipindahkan ke baris pertama oleh mbak² penyobek tiket.

Ambil hikmahnya:
  1. Perjuangkanlah kebenaran. Kalo emang itu kursi kamu, rebut aja.
  2. Permasalahan yg kita anggap kecil akan menjadi besar. Walaupun kita menganggap duduk di tempat kosong adalah benar karena tidak merugikan orang lain, sesungguhnya itu adalah masalah karena tidak mentaati peraturan/disiplin untuk duduk.
  3. Kebenaran kecil akan menuntut kepada kebenaran lainnya.
  4. Beranilah untuk menegakkan kebenaran.
  5. Simpulkan sendiri ajalah...

[TAMAT]

AKIBAT TIDAK BERANI MENGAMBIL KURSI MILIKNYA SENDIRI

Cerita pengalaman dikit kejadian di bioskop dua hari yang lalu. Bacalah dengan khusu' walaupun kata-katanya belepotan (maap) Tadi ...